28.12.08

(14) Bersama cewek menyebalkan di MALMO - Swedia

Saturday Morning in Malmo - Swedia

Pagi itu, hari Sabtu tanggal 27 September adalah hari bebas buat aku dan semua peserta international training konsevasi dan management bangunan bersejarah, setelah 5 hari dalam seminggu berada didalam kelas yang lama-kelamaan terasa membosankan, karena sekali pertemuan berlangsung selama 3 jam. Padahal dalam sehari selalu ada 2 pertemuan. Jadi tiap hari kita selalu melahap materi selama 6 jam. Meskipun selalu ada coffe break, tapi 15 menit terasa sangat sebentar. Nah, mumpung hari sabtu tidak ada agenda apa-apa, aku berniat mengunjungi Malmo, yang cuman sekitar 20 km dari Lund. Memang selama di Eropa, aku berniat mengunjungi sebanyak mungkin kota di Eropa. Kemaren, jum’at sore, aku juga sudah beli tiket bis ke Oslo-Norway buat sabtu malam. Nah, paginya aku ke Malmo saja, toh tiket bis ke Oslo baru jam 7 malem, jadi pagi sampai sore aku bisa keliling Malmo.

Bersama cewek Vietnam yang menyebalkan.
Pagi sebelum aku berangkat ke Malmo, aku bertemu dengan salah satu temenku dari Vietnam. Namanya cukup sulit diucapkan. Tran Ngoc Thu Hang. Tapi dia minta dipanggil Hang. Ya iyalah, masak di panggil Ngoc………atau Thu………gak enak banget!!!!! Dia seorang cewek. Dia peserta paling kecil, baik dari umurnya maupun body-nya hihihi...Umurnya baru 26 tahun, sedang partisipan yang lain rata-rata diatas 30 tahun. Tubuhnya tipikal cewek dari Vietnam, kecil dan pendek, mungkin 150 cm pun tidak sampai. Dia adalah staf museum Ontology di Vietnam. Ternyata dia juga mau ke Malmo. Akhirnya kita pun berangkat bersama. Aku pikir lumayan, ada orang yang bisa disuruh-suruh motretin kalo aku paspengen pose didepan tempat-tempat menarik di Malmo, hihihi…

Dari hotel tempat aku menginap, aku sama Hang nyegat bis no.3 Linero, supaya bisa turun Lund C, stasiun kereta di Lund. Sampai Lund C, aku nyari tempat buat beli tiket kereta di Malmo. Ternyata kantor penjualan tiket di Lund C belum buka. Ada sih.., mesin tiket disitu, cuman kok petunjuknya pake bahasa Swedia. Nah, waktu kami bingung ada sepasang cowok ma cewek juga lagi nyari tiket. Trus mereka bilang, kalo ragu sama mesinnya (karena bingung sama petunjuknya), beli aja diatas kereta. Hihihi,……ternyata kayak naik bis di Indonesia. Akhirnya kita putuskan untuk beli tiket sama kondekturnya diatas kereta nanti. Tak lama kemudian kereta datang, kami pun naik dan cari tempat duduk. Ternyata rame sekali didalam kereta, meskipun tidak sampai berjubel atau sampai naik diatas atap, hihihi. Kemudian kondektur datang, Ongkosnya 25 SEK sekali jalan. Hang yang mbayarin dulu, padahal aku juga uda ngeluarin duit. Ok lah, gak papa. Jangan lupa ngingetin aja,…hihihihi!!!!! Didalam kereta yang cuman makan waktu 20 menit ke Malmo C, Hang ketemu sama “compatriot”-nya alias warga Vietnam laen yang juga lagi ada training di Lund. Mereka pun ngobrol pake bahasa mereka. Akupun dicuekin,…….hehehe!!!!

Akhirnya kita nyampe Malmo C. Stasiun kereta di Malmo. Sebenernya aku udah pernah ke stasiun ini waktu datang dari Kopenhagen seminggu yang lalu, waktu aku ganti kereta yang lanjut ke Lund. Meskipun uda pernah ke stasiun ini, aku masih agak asing dengan suasananya. Maklum kemaren kan buru-buru, jadi gak merhatiin sekitar stasiun. Nah, gambar disamping adalah Malmo C. Distasiun ini, aku mulai merasakan gak nyaman jalan sama Hang. Sorry kalo aku terpaksa “menggunjingkan” orang lain, soalnya sebeeeel banget. Cewek satu ini, suka banget ngatur-ngatur. Jalan kesana kesitu semuanya harus nurut dia, Bete gak sih!!!! Dia minta ke tourist information dulu. Ok lah, aku pikir ada benernya juga. Supaya kita bisa dapat peta, biar tidak tersesat. Setelah dapat peta, kita pun berdebat mau kemana dulu. Aku yang uda kebelet mau pengen ke Turning Torso, ngotot kesana duluan. Hang yang kerja di museum, sangat ingin ke Museum Malmohus Castle. Aku bilang ke dia, kalo ke Turning Torso dulu lebih enak karena satu jalur ke Malmohus Castle. Kalo ke Malmohus dulu, berarti bolak-balik dan itu makan waktu. Betapa susahnya meyakinkan cewek Vietnam ini. Meskipun akhirnya dia menuruti apa yang aku inginkan tapi dia jalan sambil “nggrundel”. Aku cuek aja,……sekali-kali dia nurut aku. Tapi yang jelas, kalo tahu orangnya kayak gini, aku mending jalan sendiri. Sebenernya aku lebih suka kemana-mana ada temennya.Jadi bisa jadi temen ngobrol atau diskusi, bukan lawan buat berdebat. Dan selama ini kalo aku jalan ma orang laen, aku selalu enjoy. Baru kali ini aku jalan sama orang lain rasanya bête abis... She loves to organize everyone. Akhirnya aku sama Hang jalan ke Vastra Hamnen lokasi dimana Turning Torso berdiri. Tapi sebelum cerita ini berlanjut, aku ceritakan sedikit tentang Malmo.

Malmo, Gerbang Swedia dari Selatan
Malmo adalah kota terbesar ke tiga di Swedia. Posisinya paling selatan di wilayah Swedia, dengan koordinat 13°00' bujur timur and 55°35' lintang utara. Malmo merupakan kota transnasional karena merupakan lokasi perbatasan atau border dengan Denmark yang terpisahkan oleh selat Oresund dan laut Baltik tapi dihubungkan dengan jembatan Oresund. Banyak orang yang datang ke Swedia lewat Malmo. Karena ibukota Swedia, Stockholm, berada di Swedia Utara. Jadi jika kita akan ke Swedia Selatan, mending naik pesawat turun Kopenhagen-Denmark, trus lanjut ke Swedia naik kereta via Malmo, lebih dekat. Malmo merupakan sebuah kotamadya dan merupakan kota salah satu kota Industri di Swedia. Total populasi penduduknya sekitar hanya 258,020 (data tahun 2005).

Menurut sejarahnya, Malmo didirikan pada tahun 1275. Nama Malmo awalnya adalah Malmhaug yang artinya Gravel Pile. Aku sendiri tidak tahu secara jelas makna Gravel Pile itu sendiri, tetapi jika aku terjemahkan secara harfiah, gravel pile itu artinya Gundukan Kerikil. Malmo sendiri pada abad 15, merupakan salah satu kota besar milik Denmark, bukan Swedia. Baru pada abad 17, Malmo menjadi bagian dari Swedia. Dibawah administrative Swedia, Malmo semakin maju sebagai kota industri sejak dibangun jalur rel kereta pada tahun 1850-1870. Setelah itu dibangun pabrik-pabrik dan galangan kapal yang menyerap tenaga kerja sangat banyak waktu itu. Populasi penduduk juga meningkat, hingga tahun 1971 mencapai 265.000 jiwa. Anehnya jumlah ini sampai sekarang tidak meningkat, sehingga dapat dikatakan relative tetap.

Malmo dan sebagian kota-kota di selatan Swedia mempunyai iklim Oceanic yaitu sejenis iklim yang lazimnya dialami daerah di sepanjang pantai barat pada garis lintang pertengahan di semua belahan benua di dunia, misalnya di tenggara Australia. Iklim ini ciri-cirinya adalah daerah tersebut mengalami rata-rata suhu tahunan yang lebih sempit dibanding tempat-tempat lain pada garis lintang yang sama dan tidak mengalami musim panas yang sangat kering seperti yang dialami oleh iklim Mediterania. Biasanya siangnya bisa sampai mencapai 17 jam pada pertengahan summer dan hanya 7 jam pada pertengahan winter. Suhu terpanas cuma 22 °C (summer) dan suhu terendah bisa mencapai -10°C (winter)

Architecture
Meskipun Malmo merupakan kota Industri, tetapi pemerintah Malmo juga sangat menjaga bangunan tuanya. Biasanya bangunan baru yang modern berada di blok baru yaitu Vastra Hammen, (gambar disamping adalah maket blok Vastra Hamnen) sebelah barat pelabuhan Malmo, yang merupakan perluasan kota, sedangkan yang tua, masih berada ditengah kota dan dipertahankan sebagai ikon kota. Arsitektur tua di Malmo biasanya tipikal Scanian akan tetapi pengaruh arsitektur Denmark sangat kuat. Arsitektur modern di Malmo juga sangat maju, karena Malmo adalah kota pertama di Swedia yang kena pengaruh Arsitektur modern yang sangat Fungsionalist alias form follow function. Akan tetapi juga ada bangunan modern yang berarsitektur “nyeleneh” yaitu Turning Torso.

Kembali ke ceritaku. Aku dan Hang mengikuti peta yang kita dapatkan dari tourist Information tadi. Cara membaca peta aja, dia gak mau kalah. Sering aku merasa yang benar ke kiri, dia bilang kekanan. Capek deh!!!!! Selama perjalanan aku berusaha ngalah, daripada berantem terus, tapi ya gitu deh,…… menjengkelkan sekali. Celakanya lagi nanti malem aku ke Oslo-Norway, juga sama makhluk nyebelin ini lagi. Untungnya, nanti ke Oslo kita berdelapan dengan teman yang laen.

Selama perjalananan ke Turning Torso, aku merasa Malmo sangat sepi untuk ukuran kota terbesar ke tiga di Swedia, padahal hari sudah agak siang sekitar jam 9 pagi waktu itu. Suasana kotanya waktu itu kayak Jakarta waktu lebaran, sepi. Tapi Malmo lebih sepi lagi. Maklum penduduknya juga gak banyak. Meskipun kota Modern, jarang sekali aku temui baliho atau papan reklame segede gambreng “menghiasi” kota. Pemandangan ini jelas sangat nyaman, daripada di Jakarta dan Surabaya dimana kita dipaksa “menikmati” iklan sepanjang jalan. Akhirnya kita nyampe Vastra Hamnen. Dari kejauhan uda kelihatan Turning Torso. Aku potret-potret bangunan unik itu. Berikut deskripsi tentang Turning Torso

Turning Torso
Turning Torso adalah sebuah tower 54 lantai yang berada di salah satu lokasi di Vastra Hamnen. Tower yang berfungsi sebagai rental office dan apartemen ini dirancang oleh arsitek Spanyol, Santiago Calatrava. Mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tanggal 27 August 2005. Bentuk Turning Torso sangat unik. Sekilas kalo kita lihat seperti “gedung yang dipluntir”, karena bentuknya yang “mleyot” 90 derajat. Tinggi Turning Torso adalah 190 m atau 623 kaki. Tower ini adalah bangunan tertinggi di Negara Scandinavia, juga bangunan residensial tertinggi di EU dan bangunan residensial tertinggi kedua di Eropa setelah Triumph Palace di Moscow yang tingginya 264 m. Ada sebuah bangunan yang mirip dengan Turning Torso yang wujud bangunan-nya juga “mleyot” 90 derajat, sedang dibangun di Dubai UEA.

Konsep dasar gedung ini berdasarkan kepada sebuah sculpture yang dibuat oleh Santiago Calatrava sendiri yang disebutnya Twisting Torso. Sclupture yang menjadi inspirasi itu adalah patung tubuh manusia yang lagi ”mulet”. Aku gak tahu bahasa Indonesianya “mulet”, tapi ilustrasinya begini : kalo pinggang kita terasa pegel-pegel, biasanya kita me-muntir-kan tubuh kita supaya pinggang kita bunyi “kretek-kretek”. Kalo sudah bunyi biasanya kita merasa lega, meskipun sebenernya pegelnya juga gak ilang-ilang. Nah, bentuknya seperti itu. Bayangin aja sendiri ya……………..Nah, gambar disamping mungkin bisa sedikit membantu membayangkannnya. Awalnya Johnny Örbäck, (mantan CEO kontraktor Turning Torso) dan Board Chairman HSB cabang Malmö, melihat Sclupture bikinan Calatrava tersebut pada 1999, kemudian mereka merasa tertarik dan akhirnya mengontrak Calatrava untuk merancang sebuah bangunan menggunakan konsep yang sama.

Tower ini berwujud 9 kotak dimana masing-masing kotak terdiri 5 lantai. Posisi masing-masing kotak disusun berputar. Bagian paling atas berputar 90 derajat searah jarum jam terhadap lantai dasarnya. Dua kotak bagian bawah digunakan sebagai perkantoran. Kotak ke-3 hingga ke-9 digunakan untuk149 apartemen mewah. Sayangnya, Turning Torso ini, meskipun dianggap sebagai symbol Malmo, ternyata bukan bangunan public, dimana semua orang bisa masuk. Turning Torso adalah bangunan privat yang hanya orang berkepentingan saja yang bisa masuk. Aku dengan Hang, cuman bisa potret-potret Turning Torso dari luar.

Sebenernya salah satu alasan untuk pembangunan Turning Torso adalah untuk menciptakan kembali pencakar langit di Malmö sejak penghancuran gedung Kockums Crane pada 2002, yang terletak 1 km dari Turning Torso. Politisi lokal mempertimbangkan menara tersebut penting untuk masyarakat agar Malmö memiliki simbol tersendiri — Kockumskranen, yang mana merupakan sebuah bangunan besar, dulunya digunakan untuk tempat pembuatan kapal dan menyimbolkan pekerja blue-collar di kota itu. Ada bangunan lain yang juga sangat terkenal didunia yang berada di Malmo ini, yaitu jembatan Oresund. Aku kemaren sudah melewatinya dengan naik kereta dari bandara International Denmark –Kastrup Airport- menuju Malmo. Jembatan ini sangat panjang. Berikut deskripsinya tentang jembatan luar biasa ini.

Öresund Bridge
Öresund Bridge atau jembatan Öresund adalah salah satu jembatan terpanjang didunia. Panjang Totalnya adalah 16 km, sedangkan yang berada di area laut sepanjang 8 km. Jembatan ini dalam bahasa Danish atau Denmark disebut Øresundsbroen, sedangkan dalam bahasa Swedia: Öresundsbron, akhirnya digabung menjadi: Øresundsbron. Penggabungan ini sebagai symbol penyatuan dua negara dimana jembatan ini menghubungkannya. Sedangkan Oresund sendiri merupakan nama selat yang dilintasi oleh jembatan yang terdiri dari 2 jalur rel kereta dan 4 jalur jalan raya. Jembatan ini membelah selat Öresund yang merupakan bagian dari laut Baltik.

Jembatan Oresund sebagian badannya “tenggelam” didalam laut, sehingga jika kita melewatinya, kita akan memasuki sebuah terowongan bawah laut yang cukup panjang, kemudian kita akan muncul lagi dipermukaan, Amazing!!!!!. Terowongan bawah laut ini yang diberi nama Drogden Tunnel merupakan terowongan bawah laut terpanjang di Eropa. Terowongan ini masuk kedalam pulau kecil milik Denmark yang bernama pulau Drogden. Pulau yang panjangnya 4 km, ini kosong tidak ada penghuninya. Jembatan yang menghubungkan 2 kota metropolitan yaitu Malmo Swedia dan Copenhagen Denmark ini merupakan jalur perbatasan terpanjang didunia. Karena Denmark dan Swedia adalah member dari Schengen Agreement, so gak ada pemeriksaan paspor diperbatasan tersebut. Jadi kalo kita pegang visa Scengen, kita bisa “bludhas-bludus” Swedia-Denmark tiap hari tanpa dicegat petugas imigrasi. Sehari-hari, banyak orang yang tinggal di Swedia tapi bekerja di Denmark dan mereka setiap hari melakukan perjalanan lintas negara melalui jembatan ini. Hal ini sangat dimaklumi, sebab dengan kerja di Denmark, mereka dapat income lebih tinggi dari pada di Swedia, sedangkan Swedia menawarkan living cost yang lebih murah dari pada Denmark.

Konstruksi jembatan dimulai pada tahun 1995 dan selesai pada tanggal 14 Agustus 1999, 3 bulan terlambat dari jadwal. Upacara peresmian dilakukan pada tanggal 1 Juli 2000 oleh Crown Prince Frederik of Denmark dan Crown Princess Victoria of Sweden. Mereka bertemu ditengah jembatan untuk merayakan penyatuan jalur penghubung 2 negara itu. Sebelum perayaan itu, 79,871 pelari mengikuti half marathon (setengah marathon yang dinamai Broloppet, the Bridge Run) dari Amager di Denmark ke Skåne di Sweden pada tanggal 12 Juni 2000, sebagai pre-opening jembatan bagus itu.

Pada bagian tengah jembatan menggunakan struktur kabel yang panjangnya 490 m. Sedangkan pilarnya setinggi 204 m (lebih tinggi dari tinggi Turning Torso), dan berat total jembatan ini adalah 82.000 ton. Heran juga, jembatan bisa ditimbang. Kayak apa ya timbangannya, hihihi!!!!!. Oresund Bridge dirancang oleh Arup Associates, sebuah firma engineering dari London UK.

Malmo Massan
Setelah puas motretin Turning Torso, aku sama Hang melanjutkan perjalanan menuju Malmohus Castle dengan berjalan kaki. Aku lihat didalam peta, selama perjalanan ke Malmohus itu, kita bisa melewati beberapa tempat menarik. Diantaranya Stapelbaddsparken, yaitu taman bermain skate board buat ABG-ABG Malmo. Tempat seluas 2000 m2 ini masih satu blok dengan Turning Torso yaitu di Vastra Hamnen. Kemudian kita juga melewati Malmo Massan, juga masih satu blok. Sebenernya gedung ini bukan salah satu obyek wisata atau sesuatu yang disarankan buat dikunjungi, karena Malmo Massan hanyalah sebuah convention center seluas 20.000m2. Akan tetapi karena bentuknya cukup unik, aku nyempetin melakukan “narsis picture” didepan Malmo Massan. Malmo Massan bentuknya sangat fungsionalist. Bener-bener international style yang “alergi” dengan ornament. Bentuk Malmo Massan, kotak kayak roti tawar. Berwarna metal dan tidak mempunyai sesuatu yang bisa disebut ‘Focal Point”. Jauh lebih bagus Jatim Expo yang meskipun materialnya sama dengan Malmo Massan, tapi bentuknya lebih attractive Jatim Expo.

Koggmusset / Museum Kogg
Setelah dari Malmo Massan, aku sama Hang jalan lagi. Kita nyampe Koggmuset atau Museum Kogg. Museum ini sangat unik, karena museum ini merupakan Replika Full Scale dari sebuah Kapal Niaga yang terbuat dari kayu, yang yang pernah berjaya pada abad 14. Dari Info yang aku dapet, Museum ini bahkan akan mengajak pengunjuknya berlayar ke laut Baltik pada musim panas. Walahualam,…Tapi yang menarik, papan penunjuk museumnya sangat unik, karena hanya terbuat dari terpal yang dipaku dipagar kayu yang rasanya gak permanen. Uniknya lagi tulisannya “Besok Koggmuset”. Aku gak tahu artinya tapi yang jelas itu bahasa Swedia. Yang cuman bisa dimengerti adalah tanda panahnya yang menunjuk ke lokasi Museum yang terletak di pinggir teluk kecil diseberang Vastra Hamnen.

World Maritime University
Dalam perjalanan ke Malmo Museum yang ingin dituju sama Hang, kami secara tidak sengaja melewati World Maritim University. Universitas kelautan ini cukup mungil untuk ukuran universitas. Tapi aku liat dari depannya aja. Gak tahu dibelakangnya. Dibangun tahun 1983, jadi umurnya baru 25 tahun. Universitas yang mempunyai 3000 mahasiswa ini mempelajari segala hal tentang ke-maritim-an, mulai dari kapalnya sampai lautnya. Universitas ini merupakan salah satu badan bentukkan IMO (International Maritime Organization) yang merupakan salah satu Badan Resmi PBB.

Merasakan Gempa di Malmohus Castle dan Malmo Museum
Dari World Maritime University, kami jalan lagi. Seperti biasa selama perjalanan Hang terus “ngedumel” karena merasa arah yang aku tuju, menurut dia salah. Aku lebih baik diam dan terus berjalan. Tapi lama-lama karena jengkel aku bilang ke dia dengan halus, kalo dia mau, ya silahkan aja jalan sesuai dengan pendapatnya. Ternyata dia gak mau jalan sendiri alias tetep ngikutin aku. Malmohus Castle dan Malmo Museum, menurut peta, berada dalam satu lokasi. Sebenernya udah kelihatan seeh, cuman castle ini dikelilingi kolam yang cukup luas, jadi harus cari jembatan. Akhirnya aku menemukan jembatan menuju Malmohus. Aneh juga,….Hang berhenti menggerutu,….hihihi. Akhirnya kami masuk. Ternyata harus bayar dulu 40 SEK. Hang langsung teriak waktu petugasnya bilang HTM-nya 40 SEK. “haahh….!!!! So expensive!!!!!!” teriakan Hang, bikin aku malu abis. Apalagi banyak pengunjung yang noleh waktu Hang teriak. Sebelum dia melakukan hal-hal yang lebih memalukan lagi, aku bayarin aja dulu. Aku keluarin 100 SEK dan dikembalikan 20 SEK. Aku langsung naik ke Museum itu, sedang Hang sibuk memunguti brosur-brosur yang memang disediakan gratis.

Malmohus Castle dulunya adalah Benteng yang dibangun pada tahun 1434 oleh Raja Eric of Pomerania. Pada awal abad 16 benteng ini sempat dihancurkan tapi kemudian dibangun lagi yang baru pada tahun 1530 oleh Raja Christian III of Denmark, karena pada masa situ, Malmo masih milik Denmark. Benteng yang berarsitektur Renaissance ini merupakan benteng tertua di Negara skandinavia. Masa keemasan dari benteng ini adalah ketika keluarga kerajaan Denmark menjadikan benteng ini sebagai kastil dan mereka tinggal disitu selama beberapa waktu lamanya. Tapi setelah Malmo menjadi bagian dari Swedia, kastil ini pun berpindah tangan ke kerajaan Swedia dan digunakan untuk tempat kegiatan militer oleh angkatan perang kerajaan Swedia. Pada abad 18, kastel ini tidak lagi digunakan untuk kegiatan kemiliteran tapi dijadikan bangunan penjara sampai dengan tahun 1914. Dari tahun tersebut sampai tahun 1920 secara intensif kastil itu direstorasi dan diubah menjadi Museum dengan beberapa penambahan fasilitas modern. Malmomusser demikian nama resminya. (Musser atau Museet = Museum).

Museum ini berisi benda-benda bersejarah mulai jaman pra-sejarah dimana bikin api masih pake batu sampai dengan lukisan dan perabot keluarga kerajaan yang dipake pada abad 18. Sekilas mirip museum Trinil di Jawa tengah yang menampilkan koleksi benda-benda prasejarah. Dimuseum ini ada juga tulang-tulang binatang purba. Aku sendiri tidak terlalu interes sama isinya, karena di Indonesia museum kayak gini juga ada. Yang bikin beda adalah dibagian bawah ada koleksi binatang-binatang langka misalnya sekumpulan kodok yang masing-masing warnanya beda-beda. Ada yang merah, ungu, orange, kuning dll. Kok yang warna pink gak ada ya,…..hihihi. Ada juga ular, serangga, burung dll. Aku rasa binatang-binatang itu juga bisa ditemukan dipedalaman Kalimantan. Setiap melihat binatang-binatang aneh itu, Hang terus aja kagum dan mulutnya selalu menganga dan mengeluarkan bunyi “WOOOW….!!! WOOOW!!!. Di Vietnam gak ada kali ya binatang-binatang kayak gini. Ada satu wahana dimuseum ini yang lumayan buat di coba adalah merasakan earthquake atau gempa bumi disalah satu ruangan yang disediakan komplit dengan bunyi “soundtrack” gempanya. Kita tinggal tekan tombol aja, nanti ruangan itu akan bergetar seperti kena gempa. Hang lama sekali di Museum ini. Padahal aku dah pengen keluar. Akhirnya aku keluar dulu dan potret-potret museum ini dari luar.

Kungsparken dan Slottsparken
Akhirnya setelah sekian lama menunggu, Hang keluar dari museum. Kemudian tujuan selanjutnya adalah PULANG. Karena aku sudah tidak tahan lagi sama makhluk satu ini. Dalam perjalanan ke Malmo C, kita melewati Kungsparken (kung = King = raja, Parken = Park = Taman, jadi artinya taman raja). Kungsparken adalah sebuah taman public yang paling tua karena dibangun oleh Raja Oscar II pada tahun 1872. Kungsparken didesain seperti taman-taman di Inggris dimana merupakan taman untuk jalan-jalan. Disebelah Kungsparken terdapat taman yang lebih luas yaitu Slottsparken yang lay-outnya menawarkan ruang terbuka yang luas dengan hamparan rumput hijau cocok untuk piknik keluarga. Ada sebuah patung Pegasus yang merupakan bikinan Carl Milles.

Melihat Demo Palestina di Lilla Torg
Tak disangka dalam perjalanan menuju Malmo C ini, kita melewati tempat menarik lainnya di Malmo yaitu Lilla Torg. Lilla Torg ini semacam ruang terbuka yang biasanya digunakan untuk pasar. Kebetulan waktu itu hari sabtu, jadi di Lilla torg ini sedang ada Open Air Market, atau pasar kaget. Yang dijual macam-macam, tapi kebanyakan adalah souvenir-souvenir antic karya seni. Artinya banyka sekali souvenir yang dijual tidak umum seperti anting dari tuts keyboard, atau gantungan kunci dari komponen elektronik bekas, atau patung yang disusun dari onderdil motor, aneh-aneh pokoknya. Lilla Torg dibangun pada tahun 1592, dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua yang rata-rata dibangun pada abad 16. Oh ya tidak jauh dari sini terdapat sebuah taman yang bernama Hedmaska Garden. Menurutku ini seperti Alun-alunnya Malmo, aku sendiri gak yakin. Ditempat ini aku sempat melihat demo warga Negara Palestina. Yang demo rata-rata pakai pakaian timur tengah. Yang bapak-bapak pake pakaian kayak pakaian Syeh, yang cewek, pakai jilbab. Yang cewek, cakep-cakep hihihi. Karena mereka Demo pake tulisan bahasa Swedia dan aku gak ngerti, aku coba nanya salah satu cewek pendemo yang kelihatan paling aktif. Aku nanya ke dia, “kamu lagi demo apa?” …….Dia jawab pake bahasa palestina,. Sialan. Trus aku bilang “in English, please!!!”. Dia akhirnya menerangkan kalo lagi demo Israel yang nyerang warga palestina. Aku nanya lagi “kamu tinggal di Palestina atau di Swedia?”, dia jawab “di Swedia.” Ok thanks, kataku mengakiri pembicaraan. Kemudian aku melihat ada polisi Swedia sedang menjaga Demo tersebut. Iseng-iseng aku pose didepan mereka. Hihihi. Eh polisi kok naik kuda ya,……

City Hall
Dari nonton demo, aku lanjutkan kearah Malmo C melewati City Hall. Tidak banyak info yang aku peroleh dari bangunan bergaya Dutch Renaissance ini. Yang jelas bangunan tua ini dibangun pada tahun 1546

Malmo Canal
Setelah itu kita melewati Norra Vallgatan. Di sini terdapat sebuah wahana yaitu naik boat menelusuri Malmo Canal. Mirip di Amsterdam. Selama dalam perjalanan boat yang makan waktu kurang lebih 45 menit ini, kita akan ditemani guide yang akan bicara dalam 3 bahasa yaitu English, Jerman dan Swedia tentunya. Aku cuma liat-liat aja aktivitas mereka. Asyik juga liat boat lalu lalang meskipun air kanal tidak jernih-jernih amat, tapi minimal gak coklat kayak kalimas di Surabaya. Kadang aku berpikir, kapan ya sungai-sungai terutama sungai di Jawa jadi bisa dimanfaatkan baik untuk transportasi maupun wisata. Jadi gak hanya buat buang sampah sama buat “kambing hitam” kalo banjir.

Naik kereta pulang ke Lund GAK bayar….!!!
Dari Norra Vallgatan, kita putuskan untuk pulang ke Lund,secepat mungkin karena udah jam setengah lima sore. Dari kanal ini sebenernya ke Malmo C udah deket. Cuma seperti biasa kita berdebat dulu tentang arahnya. Ketika aku nanya orang, Hang memarahi aku. Katanya aku gak boleh nanya. Bawel juga nih cewek. Katanya dia, kita ngikutin arah dipeta aja. Aku pikir apa salahnya nanya orang. Toh dia selalu salah baca peta. Phuihhh…., kalo bukan cewek udah tak tinggal nih orang…!!! Akhirnya nyampe Malmo C jam 5 sore. Kemudian kita ke loket penjualan tiket. Aku sama Hang disuruh duduk aja, biar dia yang beli tiket. Lagi-lagi ngatur-ngatur…!!! Ternyata tiket kembali ke Lund lebih mahal yaitu 40 SEK. Padahal tadi waktu berangkat cuman 25 SEK. Hang gak jadi beli tiket. Trus aku sarankan, beli saja sama kondekturnya, diatas kereta aja. Hang setuju….(tumben…!!!). Kemudian kita menuju kereta. Distasiun disini tidak ada peron. Jadi langsung menuju kereta dan naik. Kita pun naik karena kereta menuju ke Lund uda siap. Tak lama kemudian kereta berangkat. Selama aku duduk, aku selalu melihat orang memegang kartu yang sama persis dengan tiket bis yang aku punya buat naik bis di Lund. Kemudian mereka selalu menyodorkan kartu tersebut ketika kondekturnya datang. Akupun berpikir, apa aku tunjukan kartu bis-ku itu aja ya,….karena kalo kita nunjukin kita gak perlu bayar lagi. Nah, waktu kondekturnya nyamperin aku, aku tunjukin aja kartu bis-ku tadi. Ternyata dia nanya “bon pembelian kartu itu”. Aku gak bisa nunjukin karena emang kartu itu aku dibelikan. Trus dia nanya “kamu beli kartu itu dimana. Aku jawab di Lund. Sepertinya dia tahu kebingunganku. Akhirnya dia menerangkan, kalo beli kartu itu, pasti dapat bon. Nah catatan di Bon itu yang menunjukan kartu itu berlaku di Zona berapa saja. Kondektur yang ibu-ibu itu akhirnya memberikan “ampunan” dengan tidak menarik ongkos kereta. Mungkin dia tahu wajahku pastinya bukan wajah Eropa dan keliatan tolol, sehingga dia pikir aku turis tersesat sehingga layak mendapat “pe-maklum-an” hihihi….!!! Lumayan, ngirit 40 SEK. Hang pun mendapatkan “grasi” buat tidak membayar ongkos kereta. Tak dinyana, Hang marah besar. Aku pikir aneh juga nih cewek. Ngapain marah. Katanya dia gak bisa terima kalo naik kereta gratis kayak tadi. Katanya itu gak procedural………..aduuuuh!!!!!!! capek deh,….makan tuh procedural. Komplit deh kesialan-ku hari ini. Akhirnya kita pulang ke Hotel naik bis. Selanjutnya aku Istirahat di hotel sekitar 1 jam dan siap-siap pergi lagi ke Oslo Norway. Semoga perjalanan nanti lebih menyenangkan,…………..

Home I Portfolio I Jasa I Konsultasi I Arsitektur I Interior I Lansekap I Tips I Perabot I Perkakas I Jalan-Jalan I Hobi I Kontak I Copyrights @2009-2013 Rudy Dewanto Template by x-template