9.4.10

KARAKTER KAMAR REMAJA


Kamar remaja jelas lain dengan kamar anak-anak. Meskipun interiornya sama-sama selera sendiri tetapi nuansanya sudah jelas lain. Jika kamar anak-anak masih banyak kita temui mainan-mainan lucu, tapi kalau kamar remaja kita akan jarang menemui “mainan” tapi justru akan banyak kita temui adalah “peralatan” pendukung minat remaja seperti alat-alat musik, alat-alat olah raga dan lain-lain.

Kamar remaja punya perbedaan mendasar dengan kamar anak-anak. Sewaktu kecil, mereka membutuhkan kamar dengan desain interior yang mengutamakan keamanan. Tempat tidur yang tak terlalu tinggi serta furnitur yang tak berujung sudut tajam. Sekarang mereka sudah bisa menjaga diri dengan lebih baik. Remaja cenderung memiliki dunianya sendiri, seolah tak boleh dimasuki orangtua bahkan adiknya sekalipun. Dalam hal ini yang sebetulnya diinginkannya hanyalah privasi yang lebih terjaga.

Jika sebelumnya mereka tidur dengan kedua orangtuanya, kinilah saatnya pindah ke kamar sendiri. Saat berada di rumah, remaja biasanya menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam kamar. Mengerjakan tugas sekolah, mendengarkan musik, memainkan alat musik, membaca, dan tentunya beristirahat dilakukannya di kamar. Maka dari itu mereka memerlukan peralatan pendukung ketika berada di dalam kamar.

MENYALURKAN HOBI
Kamar bagi remaja, biasanya menjadi ajang kreativitas mereka. Masa peralihan membuat remaja biasanya senang bereksplorasi dalam segala hal. Salah satunya “meja kerja” mereka. Setiap anak pasti akan mempunyai meja kerja yang berbeda-beda. Di area inilah ekspresi dan emosi jiwa mereka biasanya tertuang. Mereka seperti membangun "kerajaan" kecil di kamarnya.

Ada beberapa desain model interior kamar anak sesuai dengan fungsinya. Anak remaja sudah mulai menyadari adanya privasi. Meski mungkin kamar anak remaja berada di sebelah kamar orangtua, sebaiknya connecting door dihilangkan. Pintu kamar adalah area "keramat" bagi mereka. Jangan mencoba masuk jika belum mendapat izin si empunya kamar.

Untuk desain interior dan pemilihan furnitur, umumnya remaja menyukai kesederhanaan dan pernak-pernik cantik. Warna tembok atau wallpaper bisa memilih warna natural, dengan pemilihan aksen pernak-pernik lebih berwarna. Seperti memilih lampu meja cantik berwarna ungu atau pink. Bantal-bantal lucu berbentuk hati atau karakter kartun favorit.

Seiring meningkatnya kebutuhan remaja, sebaiknya furnitur di kamar pun agak besar. Seperti lemari pakaian, lemari TV dan audiovisualnya, juga tempat tidur. Anak remaja boleh saja tidur sendiri, tapi teman-temannya, khususnya remaja putri, kerap berbincang di tempat tidur mereka. Namun, jika tidak memungkinkan, gunakan karpet agar mereka bisa bersantai di sana. Kamar yang nyaman dapat memengaruhi kreativitas anak remaja. Berikan ruang privasi untuk mengolah bakat, hobi dan pribadinya.

WARNA
Warna dinding kamar harus mencerminkan rasa tenang. Dengan begitu, begitu memasukinya, anak akan merasa nyaman. Hindari warna merah yang membiaskan kesan tak santai dan marah. Jika anak tetap menginginkannya, berikan saja sebagai aksen. Entah melalui jam dinding atau border warna merah.

Untuk remaja putri, warna merah muda tak mesti menjadi pilihan. Pink malah terkesan kekanak-kanakan. Kamar mereka bisa dibalurkan dengan cat berwarna kuning, kehijauan, atau ungu. Warnanya mesti lembut. Sementara itu, bagi remaja putra, pilihan warna sepertinya agak terbatas. Gradasi warna biru dapat diaplikasikan di dinding kamarnya. Warna lain boleh saja, yang penting hindari warna biru tua dan hitam yang membuat kesejukan kamar terusir.

Terlepas dari warna, Lia mengingatkan, sirkulasi udara dan pencahayaan juga perlu diperhatikan. Lalu, jangan sampai kamar berubah fungsi menjadi gudang. Sebagai area penyimpananan, ia bisa memanfaatkan bagian kolong tempat tidur yang diberi laci atau dus. Mintalah ia menyortir barang yang tak perlu secara berkala. (rudy dewanto / diolah dari berbagai sumber)

Home I Portfolio I Jasa I Konsultasi I Arsitektur I Interior I Lansekap I Tips I Perabot I Perkakas I Jalan-Jalan I Hobi I Kontak I Copyrights @2009-2013 Rudy Dewanto Template by x-template