24.6.10

TENTANG PENUTUP LANTAI

Memilih material penutup lantai barangkali tidaklah terlalu sulit. Keramik masih merupakan material yang masih digemari selain karena ragam dan coraknya sangat beragam juga karena material ini paling gampang ditemui. Tapi masih banyak material lain yang bisa menjadi penutup lantai. Misalnya marmer dan kayu.

BAHAN LANTAI
Masing-masing material memiliki karakteristik tersendiri. Keramik punya fleksibilitas pakai tinggi dan dapat diaplikasikan pada hampir seluruh bagian rumah. Selain kuat, lantai rumah dari bahan keramik juga tidak membutuhkan pemolesan dan mudah dalam perawatannya. Sedangkan marmer disukai karena lebih memiliki karakter dan berkelas. Tekstur dan pola yang tidak teratur serta persediaan yang tergantung dari hasil alam membuat lantai bahan marmer menjadi mahal.

Tapi sayangnya marmer mempnyai pori-pori relatif besar. Marmer yang berpori-pori relatif besar membutuhkan perawatan ekstra. Hal ini karena marmer mudah menyerap cairan dan layaknya karpet, meninggalkan noda jika tidak cepat dibersihkan. Menjatuhkan kopi ke lantai marmer, sebaiknya cepat dibersihkan karena marmer yang berpori renggang dan tidak berglazur akan menyebabkan noda membekas.

Lain marmer lain pula granit. Dibanding marmer, granit memiliki pori-pori yang lebih rapat, sehingga memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk dimasuki air dan kotoran. Batuan granit diperoleh dari bukit atau gunung granit. Namun sejalan dengan perkembangan teknologi, saat ini juga telah disediakan granit buatan dengan motif yang lebih beraneka dan harga yang lebih murah. Bahan lain yang tidak kalah menarik adalah bahan kayu. Yang paling umum adalah lantai parket (parquette), yang berasal dari kata parquetry.

“Parquetry adalah seni memasang dan menata bilah-bilah kayu tipis dengan pola geometri pada sebidang lantai”

Selain berasal dari kayu solid, bahan parket saat ini juga berasal dari bahan non kayu seperti bambu. Jenis lainnya yaitu laminate yang merupakan kayu olahan yang permukaannya adalah hasil printing.

Tahukah anda bahwa ada juga yang bahan lantai namanya engineer floor yang bahannya menggunakan kayu solid atau kombinasi kayu solid yang diproses lagi. Bahan lantai rumah lain adalah vinyl, batu alam, batu bata dan semen. Vynil yang berbahan dasar PVC (bahan untuk plastik), memiliki kelenturan yang lebih baik dibanding material lain seperti kayu atau batu alam. Material batu alam juga sering dipakai sebagai bahan lantai antara lain batu kali lempeng dan batu salagedang.

Biasanya selain di lantai, banyak juga dipakai di taman atau ditempel di tembok pagar, dan dinding pada interior rumah. Kedua jenis batu ini cukup tahan terhadap cuaca, meskipun mencari tekstur batu yang kurang lebih seragam tidak mudah, ditambah lagi lebar nat antar batunya tidak seragam. Tapi hal itu justru menambah ruang menjadi semakin natural.
Pemakaian material lain seperti bata ekspos memang masih belum lazim digunakan sebagai bahan lantai rumah. Namun warnanya yang coklat dan oranye kemerahan selain bisa memberikan kecerahan pada lantai rumah, sensasi unik dan menarik juga langsung terasa.

FUNGSI LANTAI
Memilih material lantai bukan satu-satunya item yang perlu dipikirkan ketika akan menutup lantai rumah. Lantai rumah banyak dipakai untuk meletakkan barang dan berbagai aktivitas, mulai dari meletakkan kursi, meja, lemari, dan sebagainya. Lantai dipakai pula untuk berjalan, anak-anak berlari, duduk di lantai, dan sebagainya.

Beban yang diterima oleh lantai kadang-kadang cukup besar, seperti bila kita memindahkan benda berat seperti lemari dengan cara menyeretnya. Lantai memang terletak di bawah dan selalu diinjak tapi fungsi lantai tetaplah penting selain sebagai salah satu bagian yang mempercantik rumah juga sebagai alas beban perabot rumah.

Merancang dan merangkai lantai agar menjadi indah membutuhkan ketepatan desain. Tema warna dan gaya yang ingin ditampilkan dapat mengambil konsep apa saja seperti etnik tradisional, modern minimalis, atau gaya lain sesuai dengan karakter penghuni dan arsitektur bangunan rumah. Pemilihan warna disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsi masing-masing ruang. Warna dingin gradasi hijau dan biru menciptakan efek menenangkan pada ruang kerja, ruang membaca, atau kamar tidur. Warna cerah gradasi kuning, oranye, dan merah menstimulasi aktivitas yang dinamis pada ruang keluarga, ruang bermain, ruang tamu, dapur, teras, dan carport.

Fungsi setiap ruang dalam rumah berbeda-beda, yang membuat desain lantai menjadi beragam. Lantai teras depan, samping, dan belakang serta kamar mandi mensyaratkan bahan lantai bertekstur kasar agar kita tidak mudah terpeleset karena ruangruang tersebut paling sering terkena air. Kamar mandi merupakan ruang yang memerlukan penanganan dan pemeliharaan khusus, mulai utilitas sanitasi, peranti utama, hingga pemilihan bahan. Bahan lantai dari keramik atau teraso bertekstur kasar dimaksudkan agar tidak mudah terpeleset.

Ukuran bahan lantai, terutama bahan marmer, granit, keramik, dan teraso (tegel), akan memengaruhi kesan luas-sempitnya sebuah ruangan. Jika ruang berukuran kecil atau sempit (ruang tidur, kamar mandi), ukuran bahan pilih yang kecil-kecil pula untuk memberi kesan luas pada ruangan. Sementara untuk ruangan berukuran luas (ruang tamu, ruang keluarga), bahan berukuran besar akan membantu menyeimbangkan kesan luas ruangan. Ruang-ruang dalam (ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur) dapat memakai lantai dengan permukaan licin dan mengilau bak cermin.

Untuk ruang dapur, pilih lantai dari bahan yang mudah dibersihkan sehingga tidak meninggalkan noda di pori-pori lantai dan nat sambungan yang dapat mengganggu keindahan lantai. ( rudy dewanto, diolah dari berbagai sumber / foto istimewa)

Home I Portfolio I Jasa I Konsultasi I Arsitektur I Interior I Lansekap I Tips I Perabot I Perkakas I Jalan-Jalan I Hobi I Kontak I Copyrights @2009-2013 Rudy Dewanto Template by x-template